MODEL-MODEL LIVING HADITS
Hadits bagi umat islam sangat penting karna di
dalamnya terungkap berbagai tradisi yang berkembang di masa rasulullah SAW.
Tradisi-tradisi semasa kenabian yang mengacu pada pribadi rasulullah SAW yang
menjadi utusan Allah SWT. Di dalamnya mencakup ajaran islam yang berkelanjutan
berkembang sampai sekarang seiring dengan kebutuhan manusia. Sehingga umat
manusia melaksanakan tuntunan ajaran islam sesuai dengan yang dicontohkan
rasulullah saw.
Dengan mengacu pada tradisi rasulullah, para
ulama hadits memunculkan istilah hadits. Yang didalamnya syarat adanya
tatanan yang mapan dalam kehidupan
bermasyarakat, bernegara dan beragama. Figur nabi muhammad saw. Yang dijadikan
tokoh sentral dan diikuti oleh
masyarakat sesudahnya. Sampai disini istilah yang populer dikalangan masyarakat
adalah hadits.
Terkait dengan kebutuhan dan perkembangan
masyarakat yang semakin kompleks dan diiringi keinginan untuk melaksanakan
ajaran islam yang sesuai dengan yang diajarkan rasulullah saw. Maka hadits menjadi
suatu yang hidup. Istilah yang lazim dipakai untuk memaknai hal tersebut adalah
living hadits.
A. Living hadits: upaya penulusuran awal
Nabi muhammad menjadi penjelas (mubayyin) Al-quran
dan musyarri menempati posisi yang penting dalam islam. Selain itu nabi
muhammad menjadi contoh teladan bagi umatnya. Dengan itu segala ucapan,
perbuatan dan ketetapan nabi muhammad di sebut dengan hadits yang di dalamnya
ajaran islam sebagai sumber kedua setelah Al-quran.
B. Berbagai variant living hadits
Adanya pergeseran pandangan tentang tradisi nabi muhammad
saw. Yang berujung pada adanya pembakuan dan menjadikan hadits sebagai suatu yang mempersempit cakupan
sunah, menjadikan pengkajian living hadits menjadi menarik secara serius dan
mendalam. Kenyataan yang berkembang di dalam masyarakat mengisyarakatkan adanya
berbagai bentuk dan macam interaksi ummat islam dengan ajaran islam kedua
setelah al-quran tersebut. Penyebabnya tidak lain adalah adanya perubahan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang diakseskan.
Khususnya yang terkait erat dengan hadits, ada tradisi
yang dinisbatkan kepada hadits nabi muhammad saw. Dan kental dilaksanakan oleh
berbagai negara seperti mesir dan sebagainya terdapat praktek khitan perempuan
sementara dinegara indonesia yang masuk kategori agraris masih banyak ditemukan
adanya praktek magis.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hadits nabi
muhammad saw. Yang menjadi acuan umat islam telah termanifestasikan dalam masyarakat luas. Dalam hal ini paling
tidak dapat ditemukan tiga variasi dan living hadits.ketiga bentuk tersebut
adalam tradisi tulis, tradisi lisan, tradisi praktek.
1. Tradisi tulis
Tradisi tulis sangat penting dalam perkembangan living
hadits tulis menulis tidak hanya sebagai bentuk ungkapan yang sering terpampang
dalam tempat-tempat yang yang strategis seperti bus, masjid, sekolahan,
pesantren dan fasilitas umum lainnya. Di masa kampanye presiden dimakasar
banyak terpampang tulisan لن يفلح قوم ولوا أمرهم أمراة
.
tentu saja berbagai ungkapan tertulis dari hadits nabi muhammad saw. Tidak
diungkap secara langsung dan lengkap. Jargon tersebut muncul untuk menanggapi
pesaing politik Golkar yaitu megawati soekarno putri tahun 1999. Padahal jika
dirunut kebelakang tidak demikian.
2. Tradisi lisan
Tradisi lisan dalam living hadits sebenarnya muncul
seiring dengan praktek umat islam. Seperti bacaan dalam melaksanakan shalat
subuh dihari jumat. Seperti dikalangan pesantren yang kiyainya hafidz Al-quran,
shalat subuh hari jumat relatif panjang karna di dalam shalat tersebut dibaca
dua ayat yang panjang yaitu haamiim al-sajdah dan al-insaan.
Adapun di dalam shalat jumat kadang-kadang sang imam
membaca surat al-A’la dan al-ghasyiyah atau al-jumu’ah dan al-munafiqun. Namun
untuk keduan ayat yang terakhir kadang-kadang hanya dibaca tiga ayat terakhir
dalam masing-masing surat.
3. Tradisi praktik
Tradisi praktek dalam living hadits ini cenderung banyak
dilakukan oleh umat islam. Hal ini didasarkan atas sosok nabi muhammad saw.
Dalam menyampaikan ajaran islam. Salam satu persoalan yang ada adalah masalah
ibadah shalat. Di masyarakat lombok NTB mengisyaratkan adanya pemahaman shalat wetu telu dan wetu
limo. Padahal dalam hadits nabi muhammad saw. Contoh yang dilakukan adalah lima
waktu.
