Kamis, 28 April 2016

MODEL-MODEL LIVING HADITS
Hadits bagi umat islam sangat penting karna di dalamnya terungkap berbagai tradisi yang berkembang di masa rasulullah SAW. Tradisi-tradisi semasa kenabian yang mengacu pada pribadi rasulullah SAW yang menjadi utusan Allah SWT. Di dalamnya mencakup ajaran islam yang berkelanjutan berkembang sampai sekarang seiring dengan kebutuhan manusia. Sehingga umat manusia melaksanakan tuntunan ajaran islam sesuai dengan yang dicontohkan rasulullah saw.
Dengan mengacu pada tradisi rasulullah, para ulama hadits memunculkan istilah hadits. Yang didalamnya syarat adanya tatanan  yang mapan dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan beragama. Figur nabi muhammad saw. Yang dijadikan tokoh sentral  dan diikuti oleh masyarakat sesudahnya. Sampai disini istilah yang populer dikalangan masyarakat adalah hadits.
Terkait dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat yang semakin kompleks dan diiringi keinginan untuk melaksanakan ajaran islam yang sesuai dengan yang diajarkan rasulullah saw. Maka hadits menjadi suatu yang hidup. Istilah yang lazim dipakai untuk memaknai hal tersebut adalah living hadits.
A.  Living hadits: upaya penulusuran awal
Nabi muhammad menjadi penjelas (mubayyin) Al-quran dan musyarri menempati posisi yang penting dalam islam. Selain itu nabi muhammad menjadi contoh teladan bagi umatnya. Dengan itu segala ucapan, perbuatan dan ketetapan nabi muhammad di sebut dengan hadits yang di dalamnya ajaran islam sebagai sumber kedua setelah Al-quran.

B.  Berbagai variant living hadits
Adanya pergeseran pandangan tentang tradisi nabi muhammad saw. Yang berujung pada adanya pembakuan dan menjadikan hadits  sebagai suatu yang mempersempit cakupan sunah, menjadikan pengkajian living hadits menjadi menarik secara serius dan mendalam. Kenyataan yang berkembang di dalam masyarakat mengisyarakatkan adanya berbagai bentuk dan macam interaksi ummat islam dengan ajaran islam kedua setelah al-quran tersebut. Penyebabnya tidak lain adalah adanya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diakseskan. 

Khususnya yang terkait erat dengan hadits, ada tradisi yang dinisbatkan kepada hadits nabi muhammad saw. Dan kental dilaksanakan oleh berbagai negara seperti mesir dan sebagainya terdapat praktek khitan perempuan sementara dinegara indonesia yang masuk kategori agraris masih banyak ditemukan adanya praktek magis.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hadits nabi muhammad saw. Yang menjadi acuan umat islam telah termanifestasikan  dalam masyarakat luas. Dalam hal ini paling tidak dapat ditemukan tiga variasi dan living hadits.ketiga bentuk tersebut adalam tradisi tulis, tradisi lisan, tradisi praktek.

1.    Tradisi tulis
Tradisi tulis sangat penting dalam perkembangan living hadits tulis menulis tidak hanya sebagai bentuk ungkapan yang sering terpampang dalam tempat-tempat yang yang strategis seperti bus, masjid, sekolahan, pesantren dan fasilitas umum lainnya. Di masa kampanye presiden dimakasar banyak terpampang tulisan لن يفلح قوم ولوا أمرهم أمراة  . tentu saja berbagai ungkapan tertulis dari hadits nabi muhammad saw. Tidak diungkap secara langsung dan lengkap. Jargon tersebut muncul untuk menanggapi pesaing politik Golkar yaitu megawati soekarno putri tahun 1999. Padahal jika dirunut kebelakang tidak demikian.

2.    Tradisi lisan
Tradisi lisan dalam living hadits sebenarnya muncul seiring dengan praktek umat islam. Seperti bacaan dalam melaksanakan shalat subuh dihari jumat. Seperti dikalangan pesantren yang kiyainya hafidz Al-quran, shalat subuh hari jumat relatif panjang karna di dalam shalat tersebut dibaca dua ayat yang panjang yaitu haamiim al-sajdah dan al-insaan.

Adapun di dalam shalat jumat kadang-kadang sang imam membaca surat al-A’la dan al-ghasyiyah atau al-jumu’ah dan al-munafiqun. Namun untuk keduan ayat yang terakhir kadang-kadang hanya dibaca tiga ayat terakhir dalam masing-masing surat.  

3.    Tradisi praktik
Tradisi praktek dalam living hadits ini cenderung banyak dilakukan oleh umat islam. Hal ini didasarkan atas sosok nabi muhammad saw. Dalam menyampaikan ajaran islam. Salam satu persoalan yang ada adalah masalah ibadah shalat. Di masyarakat lombok NTB mengisyaratkan  adanya pemahaman shalat wetu telu dan wetu limo. Padahal dalam hadits nabi muhammad saw. Contoh yang dilakukan adalah lima waktu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar